Saat ini, Indonesia tengah menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang cukup parah di Kalimantan, Sumatera, dan Papua. Asap yang terbawa angin bahkan bisa menjangkau wilayah yang jauh dari titik kebakaran, sehingga Moms tetap perlu waspada terhadap kualitas udara di sekitar rumah.
Asap karhutla mengandung partikel halus PM2.5, karbon monoksida, nitrogen dioksida, serta senyawa berbahaya lainnya yang dapat memicu infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), iritasi mata dan kulit, hingga memperburuk penyakit pernapasan. Karena itu, selain melindungi Si Kecil dari paparan asap, Moms juga perlu memperhatikan asupan nutrisinya agar berat badan bayi naik tiap bulan dan pertumbuhannya tetap terpantau dengan baik.
Ketika kabar tentang asap dan ISPA mulai terdengar di berbagai daerah, wajar jika Moms merasa khawatir, apalagi jika Si Kecil masih bayi dan daya tahan tubuhnya belum berkembang sempurna. Kekhawatiran ini bukan hanya soal Si Kecil mudah jatuh sakit, tetapi juga apakah ia tetap bisa menyusu dengan baik, mendapatkan nutrisi yang cukup, dan tumbuh optimal. Sebab, salah satu hal yang tak kalah penting untuk diperhatikan selama masa pemulihan adalah bagaimana agar berat badan bayi naik tiap bulan sesuai tahapan pertumbuhannya.
ISPA merupakan infeksi yang menyerang saluran pernapasan, seperti hidung, sinus, tenggorokan, hingga laring. Bayi dan batita berusia 0–2 tahun termasuk kelompok yang rentan mengalami infeksi karena sistem kekebalan tubuhnya masih berkembang. Saat sakit, Si Kecil bisa menjadi lebih rewel, sulit menyusu, atau kehilangan nafsu makan sehingga kebutuhan nutrisinya tidak terpenuhi dengan optimal. Jika kondisi ini berlangsung berulang atau cukup lama, pertambahan berat badan pun bisa ikut terhambat. Lantas, bagaimana cara agar berat badan bayi naik tiap bulan meski Si Kecil rentan terkena ISPA? Yuk, pahami risikonya terlebih dahulu dan simak tips perawatannya berikut ini!
Dampak ISPA terhadap Pertumbuhan dan Berat Badan Bayi
ISPA cukup sering dialami oleh bayi dan batita, terutama pada usia 0–2 tahun. Risiko ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari usia, status gizi, riwayat pemberian ASI, berat badan lahir, kelengkapan imunisasi, hingga kondisi lingkungan tempat tinggal. Paparan asap, debu, dan polusi udara juga dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan. Oleh karena itu, salah satu langkah agar berat badan bayi naik tiap bulan adalah menjaga Si Kecil tetap sehat sekaligus memastikan kebutuhan nutrisinya terpenuhi.
1. Nafsu menyusu atau makan menurun
Saat mengalami ISPA, bayi bisa menjadi lebih rewel dan kurang tertarik untuk menyusu. Hidung tersumbat juga dapat membuatnya kesulitan bernapas dengan nyaman saat menyusu. Akibatnya, asupan nutrisi harian Si Kecil berisiko berkurang.
2. Kenaikan berat badan melambat
Ketika asupan ASI atau MPASI berkurang selama sakit, kebutuhan energi dan nutrisi Si Kecil mungkin tidak terpenuhi secara optimal. Jika berlangsung cukup lama atau infeksi terjadi berulang, pertambahan berat badannya bisa melambat.
3. Kebutuhan energi tubuh meningkat
Saat melawan infeksi, tubuh membutuhkan energi tambahan untuk mendukung proses pemulihan. Jika kebutuhan tersebut tidak diimbangi dengan asupan nutrisi yang cukup, keseimbangan energi tubuh dapat terganggu dan memengaruhi status gizi bayi.
4. Risiko gangguan pertumbuhan meningkat
ISPA ringan yang jarang berulang umumnya tidak langsung menyebabkan gangguan pertumbuhan. Namun, infeksi berat atau berkepanjangan yang disertai kekurangan asupan nutrisi dapat menghambat pertambahan berat badan, bahkan memengaruhi pertumbuhan panjang atau tinggi badan jika masalahnya berlangsung lama.
5. Status gizi perlu dipantau lebih cermat
Jika Si Kecil sering sakit dan berat badannya sulit bertambah, Moms perlu memantau pertumbuhannya melalui kurva pertumbuhan sesuai usia. Konsultasikan dengan dokter jika berat badan tidak naik sesuai harapan agar penyebabnya dapat dievaluasi dan kebutuhan nutrisinya disesuaikan.
Tips agar Berat Badan Bayi Naik Tiap Bulan Saat ISPA
1. Optimalkan Pemberian ASI
ASI tetap menjadi sumber nutrisi penting bagi bayi, termasuk saat sedang sakit. Agar berat badan bayi naik tiap bulan, Moms bisa menawarkan ASI lebih sering sesuai tanda lapar Si Kecil, terutama jika ia mudah lelah atau hanya menyusu sebentar akibat hidung tersumbat. Pastikan juga pelekatan menyusu sudah benar agar Si Kecil bisa mendapatkan ASI secara efektif.
Jangan lupa, Moms juga perlu mengonsumsi makanan bergizi seimbang untuk mendukung kesehatan selama menyusui. Jika Si Kecil kesulitan menyusu, jumlah popok basah berkurang, atau berat badannya tidak bertambah, segera konsultasikan dengan dokter atau konselor laktasi.
2. Berikan MPASI Bergizi Seimbang untuk Bayi Usia 6 Bulan ke Atas
Setelah berusia 6 bulan dan siap menerima MPASI, Si Kecil membutuhkan makanan pendamping yang kaya energi dan nutrisi. Agar berat badan bayi naik tiap bulan, sajikan menu seimbang yang terdiri dari karbohidrat, protein hewani atau nabati, serta lemak tambahan yang sesuai, misalnya nasi dengan telur, ayam, ikan, tahu, atau tempe. Variasikan menu dan sesuaikan tekstur makanan dengan usia Si Kecil.
Saat nafsu makan menurun karena ISPA, Moms bisa menawarkan makanan dalam porsi kecil tetapi lebih sering tanpa memaksa Si Kecil menghabiskannya. Tetap pantau asupan makan dan minumnya, ya. Jika Si Kecil terus menolak makan, sulit menelan, atau menunjukkan tanda dehidrasi, segera periksakan ke dokter agar berat badan bayi naik tiap bulan tetap bisa dipantau sesuai kondisi kesehatannya.
3. Jaga Kesehatan dan Tangani ISPA dengan Tepat
Kondisi kesehatan turut mempengaruhi kenaikan berat badan Si Kecil. Agar berat badan bayi naik tiap bulan, Moms perlu menjaga kebersihan tangan, menjauhkan Si Kecil dari asap rokok dan karhutla, serta melakukan pemeriksaan rutin untuk memantau tumbuh kembangnya. Jika Si Kecil mengalami hidung tersumbat hingga sulit menyusu, konsultasikan dengan dokter mengenai cara penanganan yang aman.
Hindari memberikan obat batuk-pilek atau dekongestan kepada bayi tanpa arahan dokter. Segera cari pertolongan medis jika Si Kecil mengalami sesak napas, sulit dibangunkan, tidak mampu menyusu, atau menunjukkan tanda dehidrasi. Bayi berusia di bawah 3 bulan yang mengalami demam 38°C atau lebih juga perlu segera diperiksa. Penanganan yang tepat membantu pemulihan sekaligus mendukung agar berat badan bayi naik tiap bulan.
4. Pastikan Si Kecil Mendapatkan Istirahat yang Cukup
Tidur dan istirahat membantu tubuh Si Kecil memulihkan energi selama sakit. Ketika mengalami ISPA, bayi mungkin lebih sering terbangun karena batuk, hidung tersumbat, atau merasa tidak nyaman. Moms bisa membantu dengan menciptakan suasana kamar yang tenang, bersih, dan nyaman. Kebutuhan tidur berbeda-beda sesuai usia, jadi tidak semua bayi membutuhkan durasi tidur yang sama. Istirahat yang cukup, bersama asupan gizi yang memadai, dapat mendukung proses agar berat badan bayi naik tiap bulan.
Untuk membantu Si Kecil beristirahat lebih nyaman, Moms bisa melakukan beberapa hal berikut:
- Jaga kebersihan kamar. Bersihkan debu secara rutin dan jauhkan Si Kecil dari asap rokok, asap karhutla, serta sumber polusi lainnya.
- Ciptakan suasana yang tenang. Meredupkan lampu dan kurangi kebisingan saat waktunya tidur.
- Pastikan posisi tidur aman. Selalu tidurkan bayi telentang di permukaan yang rata dan kokoh. Hindari bantal, pengganjal, atau memiringkan kasur untuk mengatasi hidung tersumbat.
- Perhatikan kualitas udara. Jika menggunakan humidifier, bersihkan alat secara teratur dan pastikan kelembapan ruangan tidak berlebihan.
Selain tidur yang nyaman, menjaga kebersihan kulit juga bisa membantu Si Kecil beristirahat tanpa terganggu rasa lembap atau iritasi di area popok. Hal ini terutama perlu diperhatikan pada bayi baru lahir yang kulitnya masih sensitif. Karena tidur dan pemulihan merupakan bagian dari upaya agar berat badan bayi naik tiap bulan, memilih popok yang nyaman dan membantu menjaga kulit tetap kering dapat menjadi salah satu perhatian Moms dalam rutinitas perawatan sehari-hari.
Merries Premium Pants bisa menjadi pilihan Moms untuk membantu menjaga kualitas istirahat Si Kecil. Popok ini dilengkapi berbagai keunggulan untuk membantu menjaga kenyamanan kulit bayi. Merries Premium Pants memiliki 5++ miliar pori sirkulasi udara pada lapisan terluarnya untuk membantu melepaskan udara lembap sambil tetap menahan cairan.
Teknologi permukaan bergelombang juga membantu udara mengalir di antara popok dan kulit, sekaligus menampung kotoran lunak agar tidak mudah menyebar. Selain itu, terdapat terowongan udara di bagian pinggang untuk membantu melepaskan kelembapan, karet pinggang lembut yang dapat diregangkan hingga 2,5 kali, serta daya tampung yang membantu mengunci cairan agar permukaan popok tetap kering.
Merries Premium Pants dilengkapi pula dengan alarm penanda pipis yang berubah warna dari kuning menjadi biru serta roll-up tape untuk memudahkan popok bekas digulung sebelum dibuang. Dengan berbagai keunggulan tersebut, Merries Premium Pants bisa menjadi pilihan terbaik untuk membantu menjaga kenyamanan Si Kecil saat beristirahat. Meski begitu, jangan lupa mengganti popok secara berkala ya Moms. Dapatkan segera Merries Premium Pants di toko terpercaya.